BUANA LINTAS MASUK BISNIS KAPAL ANGKUTAN BATUBARA

Kontrak belum putus, BULL berharap masih bisa kerjasama dengan PT Pertamina
JAKARTA. Perusahaan perkapalan PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) baru saja masuk daftar hitam PT Pertamina (Persero). Sulit bagi emitmen dengan kode saham BULL ini bisa ikut tender atau pengadaan barang dan jasa di Pertamina.

Dirut BULL Wong Kevin enggak berkomentar terkait masuknya perusahaan ini dalam daftar hitam Pertamina. Hnaya ia bilang, sejauh ini belum ada kontrak BULL yang diputus Pertamina. “Setahu saya tidak putus kontraknya ,”  ujar Kevin pada Selasa (20/3).

Merujuk berita KONTAN, Senin 19 Maret, Pertamina menjatuhkan sanksi ke BULL terkait sewa kapal large langer crude oil MT BULL Sulawesi, MT BULL Flores dan MT BULL Papua.

Menurut isi surat Pertamina tanggal 12 Maret 2018 yang ditujukan kepada Direktur PT Buana Lintas Lautan Tbk, dua dari tiga kapal itupernah ditahan bea cukai berdasarkan hasil pemeriksaan uji petik atas Pemberitahuan Impor Barang (PIB). Ketiga kapal belum memenuhi kewajiban kepabeanan saat dimulainya perjanjian dengan Pertamina.

BULL berharap masih bekerjasama dengan pertamina. Kevin bilang pihaknya terus melakukan pembicaraan dengan Pertamina terkait sanksi hitam tersebut. “Kami akan terus mencoba mengomunikasikan, meluruskan kesalahpahaman,” ujar Kevin.

Menurut Kevin BULL selalu berusaha berupaya menyesiakan kapal – kapal yang unggul. “Kami selalu menjaga value kepertamina,” ujarnya. Upaya itu harus dilakukan mengingat pertamina merupakan klien besar BULL.

Jika merujuk laporan keuangan perusahaan ini per 30 September 2017, ada beberapa kontrak pengangkutan BULL dengan pertamina dengan nilai US$ 300.0009US$ 6 juta pertahun untuk periode 2017 – 2022. Pendapatan BULL dari pertamina tercatat US$30,69 juta, jumlah ini 63,24% terhadap total pendapatan US$ 48,53 juta.

Sambil menunggu kejelasan Pertamina, Kevin bilang, BULL juga mencari peluang dari sektor lain. Yakni bisnis angkutan batubara.  Peluang pengangkutan batubara cukup besar pasca terbitnya Peraturan Menteri (PM) Perdagangan NO 82/2017 yang mewajibkan eksportir batubara dan crude palm oil (CPO) Menggunakan angkutan laut nasional untuk melakukan kegiatan ekspor dan impor.

Anda butuh timbangan batubara, jembatan timbang batubara atau timbangan truk batubara?
Silahkan hubungi kami PT. Gewinn Gold Hotama, kami menyediakan jembatan timbang, timbangan mobil, timbangan truck, dan timbangan digital lainnya yang anda butuhkan. jangan sungkan – sungkan untuk menghubungi kami. Kmai akan melayani anda dengan senang hati. Gewinn juga mempunyai teknisi handal dan bisa diandalkan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Jembatan Timbang, Timbangan Truck, Timbangan Mobil dan Timbangan Digital merk Gewinn, anda bisa segera menghubungi kami. Kami juga menyediakan Service Kalibrasi dan Tera Ulang.
Anda bisa menghubungi kami di kontak yang sudah disediakan. Customer service kami akan melayani anda dengan ramah dan profesional. Anda juga bisa menanyakan jenis timbangan digital lainnya yang anda butuhkan.